jump to navigation

Kelas

Pada bagian ini, teman-teman akan melihat setahap demi setahap pelajaran bahasa Spanyol.  Pendekatan yang kami terapkan adalah pendekatan komunikatif. Setiap pelajaran akan diawali dengan sebuah teks percakapan lalu disusul oleh penjelasan. Dalam pelajaran tersebut, diadaikan bahwa setiap siswa/peminat memiliki patner atau teman untuk mempraktekkan percakapan tersebut.  KITA BELAJAR BERBAHASA SPANYOL dan BUKAN MEMPELAJARI BAHASA SPANYOL. Jadi yang paling penting dari metode ini adalah kemampuan mengunakan bahasa tersebut.  Untuk itu, tentu saja dibutuhkan patner latihan agar bahasa itu dapat digunakan.

Bagaimana belajar bahasa dengan sukses?

Pertanyaan ini selalu menjadi pertanyaan setiap orang yang hendak belajar bahasa dan juga pertanyaan penting bagi mereka yang hendak mendedikasikan dirinya menjadi pengajar bahasa.

MENARIK. Kata kunci dari sebuah kelas baik itu kelas bahasa maupun pelajaran lain adalah menarik. Membuat kelas bahasa yang menarik tentu tidak mudah. Sebuah kelas yang menarik tentu membutuhkan persiapan yang matang dan pegalaman yang luas.  Kelas yang menarik tentu saja tidak semata-mata tergantung dari pihak guru, tetapi  juga  merupakan partisipasi aktif dari peserta didik.  “Mengajar itu gampang, tetapi membuatnya menarik adalah sebuah seni.”

Beberapa tips:

1. Ciptakanlah kelas tersebut sebagai kelas interaktif, komunikatif dan partisipatif.

Guru  harus dapat bertindak sebagai pengajar, fasilitator dan animator di dalam kelas. Guru harus memancing agar siswa mau berbicara di dalam kelas, mau mempraktekkan apa yang sudah dipelajari karena hal ini sangat penting. Siswa yang tidak berani memulai berbicara akan menghadapi kesulitan nantinya menghadapi dunia nyata di mana bahasa tersebut harus digunakan.  Untuk membuat agar para peserta didik turut mempraktekkan apa yang telah di ajarkan, ajaklah mereka mempraktekkannya, mintalah para siswa agar masuk dalam kelompok dua, tiga atau empat orang, lalu mintalah mereka mempraktekkan apa yang sudah mereka pelajari dalam kelompok tersebut. Setelah itu mintalah semua kelompok, atau kelompok tertentu untuk mempraktekkannya.

Dalam pembagian kelompok, guru harus dapat mencairkan suasana sehingga selalu terjadi perubahaan kelompok pada sesi-sesi berikutnya. Hindari kelompok yang tetap untuk kegiatan selanjutnya.

2. Gunakan gambar

Gambar adalah sejuta kata. Semakin banyak gambar yang dapat dimanfaatkan dalam kelas semakin baik.

3. Gunakan musik

Musik adalah sarana yang cocok untuk membantu konsentrasi siswa. Tentu musik yang digunakan adalah musik instrument.

4. Gunakan Audio

Penggunaan Audio sangat membantu kemamupuan pendengaran  siswa sehingga terbiasa mendengar percakapan. Audio yang baik adalah audio yang menirukan percakapan real, dan bukan percakapan yang dibuat-buat. Tentu pada saat pertama sekali mendengar percakapan tersebut banyak siswa yang akan kaget karena tidak mengerti apa-apa. Guru harus mampu menggunakan audio dengan baik dengan teknik tahapan audio. Pertama-tama audio didengarkan secara keseluruhan, lalu memisah-misahkan hal yang hendak di dengarkan. Contoh, dalam sebuah percakapan perkenalan diri, mintalah siswa menangkap nama yang muncul dari percakapan tersebut.  Pada tahap kedua, mintalah siswa agar menangkap bentuk pertanyaan saja yang muncul dalam percakapan tersebut. Inilah yang disebuat dengan latihan audio gradual (audio bertahap).

5. Video

Video adalah saranya yang sangat mendukung dalam kelas. Video yang disarankan adalah video dari sebuah film atau kegitaan yang mendekati realitas. Hindarkan video yang terlalu di dramatisir. Teknik penggunanaa video tidak jauh berbeda dengan audio tetapi tentu dapat dibuat lebih banyak kegiatan. Contoh, sebuah cuplikan film yang ditampilkan dalam kelas dapat digunakan untuk setiap tingakatan kelas. Jika dalam kelas pemula maka film yang ditonton itu dapat dijadikan materi pelajaran untuk mengetahui :benda-benda yang muncul dalam film tersebut atau bentuk kegiatan yang terlihat dalam film tersebut. Tentu saja sebuah film Spanyol tidak akan dipahami oleh siswa kelas pemula, tetapi film tersebut dimanfaatkan untuk menghidupkan memori kosa kata yang mereka miliki.

6. Drama

Ini adalah cara yang paling baik yang dapat dilakukan dalam kelas. Ciptakanlah kelas tersebut menjadi sebuah pasar, di mana ada barang-barang yang dijual. Salah satu siswa menjadi pedangang dan yang lain jadi pembeli. Tentu barang-barang tersebut adalah barang-barang yang dapat disentuh. Jika tidak ada barang real, maka foto berwarna dalam ukuran besar akan sangat membantu. “Pasar” adalah tempat yang paling cocok untuk mempraktekkan bagaimana meminta sesuatu, menawar dan banyak lagi yang lain.

Kelas juga dapat dijadikan restoran dengan alat-alat makan. Kelas dapat dijadikan sebuah kantor tempat melamar pekerjaan. Kelas dapat dijadikan sebagai pesawat terbang, airport, museum, rumah sakit, kantor polisi, lobby hotel,  penggadilan, stasion bus, stasion kretaapi, etc. Setiap siswa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dari sejak pertama kelas tersebut, bentuk drama seperti ini sudah dapat dilakukan. KELASKU ADALAH DUNIAKU. Bagaimana mungkin menghadirkan rumah sakit dalam kelas?…. satu orang bertindak sebagai dokter, perawat, pasien, kasir atau satpam.

Comentarios»

No comments yet — be the first.

Responder

Introduce tus datos o haz clic en un icono para iniciar sesión:

Logo de WordPress.com

Estás comentando usando tu cuenta de WordPress.com. Cerrar sesión / Cambiar )

Imagen de Twitter

Estás comentando usando tu cuenta de Twitter. Cerrar sesión / Cambiar )

Foto de Facebook

Estás comentando usando tu cuenta de Facebook. Cerrar sesión / Cambiar )

Google+ photo

Estás comentando usando tu cuenta de Google+. Cerrar sesión / Cambiar )

Conectando a %s

A %d blogueros les gusta esto: